Home » » Kisah Moenadi, Jafar Suryomenggolo

Kisah Moenadi, Jafar Suryomenggolo

Author: Jafar Suryomenggolo
Genre: Fiksi Sejarah
Publisher: LIPS (lembaga informasi perburuhan)
Publication Year: 2012
ISBN: 9786029828801

Anak muda jaman sekarang mungkin mudah larut dalam kejemuan saat mencoba memahami kisah tokoh kita ini dalam konteks kekinian.

Overview

Lalu siapakah tokoh kita ini ? Apa yang menjadikan namanya perlu disebut (kembali) dalam sejarah Indonesia? Anak muda jaman sekarang mungkin mudah larut dalam kejemuan saat mencoba memahami kisah tokoh kita ini dalam konteks kekinian. Jadi, apa gunanya sebuah tulisan kisah hidupnya diterbitkan sebagai bacaan anak muda dalam jaman gombal sinetron cengeng dan teknologi Wikipedia kini? Ini bukan soal ketercerabutan sejarah generasi muda. Bukan pula soal menggali penggalan sejarah kelam. Tapi sebagai langkah awal menyadari, bahwa kisahnya adalah referensi penting bagi kita dalam proses pembangunan Nasional Indonesia yang adil.
(Jafar Suryomenggolo)

Meskipun jauh dari sempurna, mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya. Ia bisa saja dijadikan bahan studi perbandingan atau dijadikan cermin historis untuk menilai sesuatu kejadian, baik buruknya kebijaksanaan  orangtua, bahkan kalau mau, bisa digunakan sebagai modal mawas diri bagi siapa saja yang merasa kurang menghargai jerih payah orangtuanya di dalam mengasuh dan membesarkan anak-anaknya, dsb…., Dsb……

(Moenadi, Perjalanan A sampai Z)


HUBUNGAN KERJA, YANG menjadi ketentuan karena buruh menjual tenanganya guna memenuhi kebutuhan hidup membawa keharusan adanya hubungan dengan alat-alat produksi. Sampai dimana konsekuensinya dapat mempengaruhi dan akhirnya membawa akibat yang dirasakan sebagai penderitaan bagi kaum buruh, sebab itu dapat kita pelajari dari program perjuangan serikat-serikat buruh.

Sebagai lanjutan dari tinjauan mengenai masalah ini, terutama mengenai jaminan keselamatan bekerja, tulisan ini ditujukan kepada bahaya penderitaan buruh, justru karena denga adanya hubungan alat produksinya sendiri, luat daripada penderitaan-penderitaan yang disebabkan karena politik penghisapan majikan yang berupa teori nilai lebih (meerwaarde) dan sebagainya.

(Moenadi, Penyakit Kerja dan Susu)

KEBANYAKAN METODE PENELITIN maupun penulisan sejarah selalu berpusat pada peristiwa-peristiwa besar dan kisah kepahlawanan. Selalu luput dari metode di atas adalah peristiwa-peristiwa kecil yang menopang munculnya peristiwa besar. Sealain itu, sejarah pun kerap ditampilkan dengan deretan angaka, mana-mana tempat dan kumpulan orang-orang besar, yang harus dihapalkan. Alhasil, sejarah menjadi miliknya tokoh-tokoh besar dan para pemegang. Akibatnya, bagi generasi muda, sejarah tidak menarik apalagi diketahuai maknanya.

Pos teratas

Diberdayakan oleh Blogger.

Ikut kami di Facebook