Home » » Faust, Johann Wolfgang von Goethe

Faust, Johann Wolfgang von Goethe

Publisher: Yayasan Kalam bekerja sama dengan Goethe- Institut Jakarta
Publication Year: 1999
ISBN: 9799548047
Faust yang berlatarbelakangkan sejarah awal abad ke-20 Jerman dan Eropah mengisahkan naluri manusia yang ingin menuju kesempurnaan, sanggup mengorbankan jiwa raga demi mengejar keasyikan dan kesenangan dunia
Overview

Demikianlah, Faust yang tua dan terpelajar itu “menjual” jiwanya kepada Mephistipheles sang iblis. Demi memperoleh kemudaannya kembali—sehingga ia akan dapat menyerap sebanyak mungkin ilmu– , dan meraih cinta si gadis lugu Mergarete. Selamatkah akhirnya Faust? Apa sesungguhnya yang ia cari? mengapa ia sampai bersedia mengorbankan harkat hidupnya sendiri?

Faust adalah lakon yang senantiasa memikat karena mengelak disederhanakan. Inilah tragedi yang (ternyata) berisi pula dialog-dialog kocak, nakal, gila; mengandung sekaligus unsur-unsur epik, lirik, dramatik, dan operatik; di dalamnya bertaburan tema-tema mitologi, teologi filsafat, sains, juga politik. Sejak diangkat dari khasanah esoterik oleh pujangga besar Jerman Johann Wolfgang Von Goethe, kisah Faust sering dipandang sebagai pemberian yang mendalam namun penuh ironi tentang persoalan yang dihadapi pewaris kebudayaan barat, dalam pelbagai kemungkinannya.

Pada abad ke – 16 konon pernah hidup di Jerman seorang (atau, menurut sumber lain, dua orang) bernama Faust, atau Faustus, atau Doktor Faustus. Terceritalah bahwa tokoh ini kemudian melego jiwanya sendiri kepada iblis demi mendapatkan pengetahuan dan kekuasaan. Denagan segala kehebatannya, faust pun tersohor dan sempat menjejakkan kakinya kebanyak negeri. Tapi, di mata mereka yang mafhum, langkah dan bayangan-bayangannya, bagi para tokoh pencerahan zaman itu, gairah besar Faust akan pengetahuan menerbitkan kekaguman, maka, bertahun-tahun sesudah kematiannya, hiduplah ia sebagai legenda.

Kisah Faust beredar diam-diam di kalangan terpelajar di Eropa. Pada tahun 1587 muncul buku anonim berjudul faustbuch. Di inggris, 17 tahun setelah itu, Cristopher Marlowe mengubah The tragic History of Doctor Faustus. Hampir seabat kemudian Gotthold Lessing, seorang penulis jerman, menghidupkan tokoh faust dalam sebuah lakon yang yang tidak sempat rampung. Adalah Johann Wolfang von Goethe (1749-1832), pujangga besar jerman itu, yang akhirnya menjadikan legenda Faust bangkit kembali dengan gemilang. Semenjak itu,  nama Faust dikenal oleh dunia sebagai sosok kompleks yang sering dianggap sebagai personifikasi semangat barat yang demikian mengagungkan ilmu di atas segalanya, hingga ia tak sanggup mengendalikan bahaya maut yang menggila dari sana. Hingga di abad ke – 20, banyak sudah dilakukan pengisahan kembali legenda itu, antara lain oleh Thomas Mann dalam novelnya Doktor Faustus (1947).

Pos teratas

Diberdayakan oleh Blogger.

Ikut kami di Facebook