Home » , , » Anak Semua Bangsa, Pramoedya Ananta Toer

Anak Semua Bangsa, Pramoedya Ananta Toer

Author: Pramoedya Ananta Toer
Genre: Roman Sejarah
Publisher: Lentera Dipantara
Publication Year: 2011
ISBN: 9799731240

Anak Semua Bangsa, adalah roman kedua dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Salah satu buku terbaik yang pernah ada. Tidaklah berlebihan rasanya bila penerbit Lentera Dipantara menyatakannya sebagai Sumbangan Indonesia untuk Dunia.

Overview

“Jangan agungkan Eropa secara keseluruhan, Di mana pun ada yang mulia dan jahat…. Kau suda lupa kiranya, Nak, yang kolonial selalu iblis. Tak ada yang kolonial pernah menindahkan kepentingan bangsamu.” (Pramoedya Ananta Toer)

Kehadiran roman sejarah ini, bukansaja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusasteraan yang minim menggarap periode pelik. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda.

Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku, pembagian ini bisa juga kita artikan sebagai pembelahan pergerakan yang hadir dalam beberapa periode.

Roman kedua Tetralogi, Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun kebawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah Pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini minke di perhadapkan antara kekaguman yang melimpah- limpah pada peradaban eropa dan kekayaan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan Sidoarjo dan pertemuannya dengan Khouw Ah Soe, seorang aktivis pergerakan Tionghoa, korespondensinya dengan keluarga De la Croix (Sarah, Miriam, Herbert), teman Eropanya yang liberal, dan petuah-petuah Nyai Ontosoroh, mertua sekaligus guru agungnya, kesadaran Minke tergugat, tergurah, dan tergugah, bahwa ia adalah bayi semua bangsa dari segala jaman yang harus menulis dalam bahasa bangsanya (Melayu) dan berbuat untuk manusia – manusia bangsanya.

Pramoedya Ananta Toer lahir pada 1925 di Blora, Jawa Tengah, Indonesia. Hampir separuh hidupnya dihabiskan dalam penjara sebuah wajah semesta yang paling purba bagi manusia-manusia bermartabat: 3 tahun dalam penjara kolonial, 1 tahun di orde lama, dan 14 tahun memlelahkan d Orde baru ( 13 oktober 1965- juli 1969, pulau Nusa – Kambangan juli-1969-16 agustus 1969, pulau buru agustus 1969-12 November 1979, Magelang/bayumanik November-Desember 1979) tanpa proses pengadilan. Pada tanggal 21 Desember 1979 Pramoedya Ananta Toer mendapat surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat dalam G30S PKI tetapi masi di kenakan tahanan rumah, tahanan kota, tahanan Negara sampai tahun 1999 dan wajib lapor kekodim Jakarta Timur satu kali seminggu selama kurang lebih 2 Tahun. Beberapa karyanya lahir dari tempat purba ini, di antaranya Tetralogi buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca).

Pos teratas

Diberdayakan oleh Blogger.

Ikut kami di Facebook